FAQ
Alasan yang tepat untuk mencabut gigi susu

Gigi goyang bukan satu-satunya alasan mencabut gigi susu anak. Temukan juga alasan mengapa gigi susu perlu dicabut.

 

Alasan yang tepat untuk mencabut gigi susu 

1. Ketika gigi susu goyang

Apabila gigi susu goyang, itu pertanda gigi tersebut sudah harus segera dicabut. Ketika menghadapi situasi seperti ini, kita tidak perlu terburu-buru membawa anak ke dokter gigi.

Kita dapat ‘mencabut’ sendiri gigi tersebut. Caranya, goyangkan gigi tersebut setiap hari. Bila kondisi gigi dan mulut secara keseluruhan aman dan tinggal sedikit bagian yang menempel, kita bisa membantu mencabut gigi tersebut dengan menggunakan kapas dingin.

Atau membiarkan gigi tersebut copot secara alami, sehingga peristiwa itu yang tidak menimbukan trauma pada anak.

Namun bila kita memutuskan untuk mendapat bantuan dokter gigi, tentu hasilnya lebih baik dan masalah gigi goyang itu bisa lekas selesai.

 

2. Ketika gigi susu kesundulan

Bila ada bagian dari gusi anak yang memutih, dan mungkin tajam bila diraba, itu merupakan salah satu tanda gigi dewasa telah siap untuk keluar.

Pada kondisi ini, meskipun gigi susu masih melekat sempurna dan kuat pada gusi, ada baiknya kita berkonsultasi pada dokter gigi dan meminta pertimbangan dokter untuk mencabut gigi susu.

Hal ini dilakukan agar gigi dewasa kelak tumbuh dengan baik, rapi dan sempurna.

3. Ketika gigi susu mengalai karies

Pada anak yang telah berusia 7 tahun ke atas yang memiliki gigi karies (gigi berlubang), terutama pada gigi seri, pencabutan gigi bisa tetap dilakukan meskipun gigi dewasa belum terlihat tanda-tanda segera muncul.

Karies pada gigi bisa mengakibatkan saraf gigi menjadi rusak. Kerusakan ini bisa mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan gigi dewasanya kelak.

Untuk menghindari kerusakan pada gigi dewasa, mencabut gigi susu anak yang sudah mengalami karies bisa Anda pertimbangkan setelah berkonsultasi dengan dokter gigi.

Permasalahan gigi sensitif

Beberapa pertanyaan mungkin muncul dalam pikiran anda sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan gigi sensitif? apa penyebab gigi sensitif? bagai mana pencegahannya? lalu kalo udah terlanjur gigi sensitif gimana cara penanggulangannya? Berikut adalah ulasan yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut :

 

Gigi Sensitif permasalahan dan solusi


Gigi Sensitif
Gigi sensitif merupakan istilah umum yang dipakai untuk menunjukkan adanya dentine hypersensitive akibat menipisnya enamel, penurunan gusi dan terbukanya dentin, sebuah lapisan di bawah enamel. Nyeri yang berkaitan dengan sensitivitas terjadi dalam saraf gigi, nyeri dari gigi sensitif tidak selamanya tetap; ada yang sementara dan sementara namun berkala. Nyeri yang tidak henti-henti mungkin merupakan satu tanda masalah yang lebih serius. Bagaimanapun, adalah penting bagi anda membincangkan gejala tersebut dengan dokter gigi anda untuk menentukan penyebab dan perawatan selanjutnya, karena masalah ini akan sangat mengganggu kalau tidak ditindak lanjuti.

Penyebab Gigi Sensitif
Dari hasil penelitian para ahli di USA, sebanyak 50-90%, penderita memberikan tekanan besar/berlebih pada saat menggosok gigi. Kebiasaan menggosok gigi dengan tekanan berlebih dapat membuat gusi mengalami iritasi atau gusi menurun dari leher gigi, lama kelamaan akar gigi akan terbuka (resesi gingiva), leher gigi berlubang, lapisan email pun akan berkurang ketebalannya sehingga bila minum air dingin, asam/manis atau bahkan tersentuh bulu sikat gigi pun akan terasa ngilu.

Oral hygiene/keadaan rongga mulut yang buruk, penumpukan plak/karang gigi, yang merupakan "rumah" tinggalnya berjuta-juta kuman dalam rongga mulut. Lambat laun karang gigi pun dapat mengiritasi gusi sehingga gusi akan mudah berdarah, timbul pula bau mulut yang tidak "segar".

Pembentukan lapisan email gigi yang kurang sempurna (ename hypoplasia) dapat pula terjadi pada individu-individu tertentu. Keadaan ini pun akan menjadikan gigi menjadi sensitif. Food impaksi/penumpukan sisa-sisa makanan di daerah pertemuan gigi dengan gigi/kontak gigi. Sisa makanan ini menyusup masuk melalui leher gigi dan sulit terjangkau sikat gigi sehingga akan sulit dibersihkan, lama kelamaan penumpukannya akan semakin banyak, menekan saku gusi semakin dalam dari keadaan normal. Secara garis besar penyebab sensitivitas gigi adalah :
1. Penurunan Gusi.
2. Buruknya Orah Hygiene (OH -).
3. Bleaching ( Pemutihan permukaan gigi).
4. Terkikisnya Email.
5. penyikatan gigi terlalu kuat.


Pencegahan Gigi Sensitif
Untuk mencegah gigi menjadi sensitif, kuncinya adalah mengurangi tekanan berlebih saat menggosok gigi, memakai sikat gigi dengan jenis bulu sikat
yang tidak keras dan menggosok gigi dengan cara yang benar. Menggunakan pasta gig yang khusus untuk gigi sensitif, Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi, usahakan jangan minum/makan panas dan dingin dalam waktu bersamaan.


Pengobatan Gigi sensitif

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan bagi penderita yang memunyai gigi sensitif adalah;

1. Menghilangkan kebiasaan buruk menggosok gigi dengan tekanan berlebih/ terlalu kuat.

2. Menggosok gigi dengan cara dan waktu yang tepat, yaitu pagi sesudah bangun tidur dan malam sebelum tidur.

3. Memakai jenis bulu sikat gigi yang lunak/soft tidak menggunakan bulu sikat yang sudah rusak.

4. Menggunakan pasta gigi yang mengandung zat strontium chloride/ potassium nitrate/ fluoride atau berkumur-kumur dengan obat kumur yang mengandung zat-zat di atas. Menurut para peneliti zat ini mampu membentuk ikatan kristalisasi serta menutupi porus-porus pada permukaan mahkota gigi yang banyak pembuluh syaraf (tubuli dentin)/ permukaan akar gigi yang terbuka, sehingga dapat menghilangkan keluhan-keluhan gigi sensitif.

5. Pada keadaan akar gigi yang terbuka/sudah timbul lubang pada leher gigi sebaiknya dilakukan penambalan.

6. Pada kasus mahkota gigi/email gigi tipis (hypoplasia enamel) biasa dibuatkan mahkota jaket.

7. Menggunakan compound oxalate atau dengan bonding agent untuk menutupi porus-porus/tubuli dentin.

Dengan banyaknya kasus-kasus di atas sudah selayaknya pasien yang mempunyai keluhan yang sama, senantiasa memerhatikan langkah-langkah yang telah diterangkan.

Mengatasi bau mulut

Mau tau cara mencegahnya bau mulut?

1. Sikat gigi secara teratur minimal 2 kali sehari, pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur dengan durasi minimal 2 menit.

2. Bersihkan lidah sampai bagian belakang, karena bakteri penyebab bau mulut bersembunyi jauh di sela-sela lidah.

3. Minum banyak air putih. Mulut kering adalah tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.

4. Mengunyah permen karet tanpa gula bila menggosok gigi setelah makan tidak memungkinkan.

5. Gunakan pasta gigi yang mengandung mouthwash seperti Pepsodent Center Fresh. Gel lapisan luarnya mengandung fluoride sebagai pencegah gigi berlubang, dan gel lapisan dalamnya mengandung mouthwash yang membantu melawan bakteri.

6. Cari tanda-tanda masalah lain dan konsultasikan dengan dokter.

7. Kunjungi dokter gigi tiap 6 bulan sekali untuk menjaga kondisi gigi anda

TIPS PERAWATAN MULUT

Plak – Musuh Terbesar Anda

Bakteri hidup di dalam mulut Anda dalam bentuk plak. Plak adalah lapisan material lengket yang mengandung bakteri yang terakumulasi di gigi Anda. Akumulasi tersebut akan menjadi salah satu penyebab gigi berlubang dan radang gusi, yang akhirnya dapat mengakibatkan penyakit gusi (periodentitis). Untuk menjaga mulut Anda tetap bersih, Anda harus menjaga kebersihan mulut setiap hari.

 

TIPS PERAWATAN MULUT

 

Gosok gigi cukup dua kali sehari!

Terlalu sering menggosok gigi dapat mengikis email gigi dan iritasi pada gusi, menjadikannya lebih mudah terkena infeksi dan radang.

 

Sikat gigi dengan lembut

Sikat gigi bukan untuk dipergunakan seperti amplas. Gunakan dengan lembut. Terlalu kasar menggunakan sikat gigi dapat mengikis email gigi dan mengiritasi gusi Anda. Ujung sikat gigi yang lembut dapat membersihkan jumlah kotoran yang sama tanpa terlalu merusak gigi dan gusi Anda.

 

Posisikan sikat gigi Anda dengan benar

Sebagian besar masalah gigi tidak muncul dipermukaan, tetapi pada garis gusi. Miringkan sikat gigi Anda pada sudut 45-derajat dan gosok dekat dengan gusi dengan gerakan berputar.

 

Jangan sepelekan benang gigi

 Membersihkan gigi menggunakan benang gigi adalah sangat disarankan. Menggunakan benang gigi sebelum menggosok gigi membuka area yang dapat menerima manfaat fluoride dalam pasta gigi Anda, yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan kesehatan mulut Anda.

Beranda      Tentang Kami      Berita      Lokasi      FAQs      Hubungi Kami
Servis Kami   Teknologi   Dokter   Saran   Pusat Pelatihan
Copyright © 2011 Truly Dental Center - Developed By webhostku.asia